Bisakah Diabetes Dinormalkan Melalui Olah Napas?

Saya sering ditanya, bisakah Diabetes Melitus disembuhkan dan bukan sekedar dinormalkan? Hampir semua jawaban dari senior saya sama bahwa diabetes hanya bisa dinormalkan saja, tidak bisa disembuhkan. Maka dari itu metode Kebugaran MP yang dulu namanya “Normalisasi Diabetes” dan bukan penyembuhan diabetes.

Melalui serangkaian perjalanan mersudi olah pikir via membaca berbagai tulisan dan jurnal terbaru diluar sana, saya menemukan bahwa Diabetes Melitus ternyata BISA DISEMBUHKAN. Hanya saja prosesnya melibatkan diet yang disebut dengan LCHF atau Low Carb High Fat.

Dr. Sarah Hallberg, Medical Director of the Medically Supervised Weight Loss Program di IU Health Arnett, United States, mengatakan bahwa, “Diabetes is a state of carbohydrate toxicity. Insulin resistance is a state of carbohydrate intolerance”. Beliau menemukan bahwa dengan teknik diet LCHF dapat memperbaiki secara drastis masalah diabetes melitus tipe II. Ia melakukan serangkaian percobaan ilmiah menggunakan pembanding solusi dari rekomendasi ADA (American Diabetes Association) dan pendekatan LCHF.

50 orang penderita diabetes melitus tipe II menggunakan pendekatan LCHF sedangkan 50 orang menggunakan pendekatan rekomendasi ADA. Hasilnya, pendekatan Dr. Sarah berhasil menurunkan insulin sebanyak 500 unit dalam sehari sementara rekomendasi ADA sebanyak 350 unit. Selisih 150 unit itu besar karena harga insulin itu cukup mahal.

Tiap negara punya beberapa rekomendasi, NHS di Inggris menyatakan, “There’s no cure for (type 2) diabetes, so treatment aims to keep your blood glucose levels as normal as possible and to control your symptoms, to prevent health problems developing later in life.”. Mungkin informasi inilah yang dipakai oleh senior atau mungkin mereka yang meyakininya.

Saya tidak akan membahas diet LCHF terlalu jauh. Jika Anda tertarik silahkan bergabung pada komunitas Ketofastosis yang anggotanya sudah lebih dari 150.000 orang. Disana nanti ada panduannya bagaimana protokol cara melakukan diet rendah karbohidrat namun kaya lemak.

Yang saya tertarik adalah teorinya ketika membahas mengenai bagaimana metabolisme tubuh bekerja. Karbohidrat adalah penyebab utama glukosa dan insulin naik dengan cepat, lalu berikutnya protein. Sementara lemak sangat kecil berefek pada insulin. Lihat pada gambar.

Pada saat diet LCHF dijalankan maka tubuh akan melakukan pergeseran metabolisme yang sebelumnya berbasis karbohidrat menjadi berbasis lemak. Reaksi ini namanya Fermentasi. Ketika saya membaca ini, naluri saya bekerja. Cling. Rasanya jadi terang benderang. Meski yang saya teliti mengenai asam basa darah, namun penjelasan dr. Sarah dan jurnal Ketogenik memberikan titik terang. Titik-titik pengetahuan terhubung menjadi garis, bidang, hingga dimensi. Kenapa? Karena saya tahu bahwa Fermentasi juga bisa dihasilkan melalui … OLAH NAPAS. Ada pergeseran mekanisme metabolisme ketika kimiawi darah berubah. Jika kimiawi darah tidak berubah, maka fermentasi tidak akan terbentuk. Artinya tidak terjadi pergeseran metabolisme.

Sebagai praktisi olah napas saya lalu menyusun teori bagaimana mengkondisikan efek LCHF dan atau Ketofastosis ini melalui olah napas. Kemudian merumuskan cara berlatihnya. Dan ternyata bisa.

Ada peserta kebugaran saya yang heran kok setelah latihan metode Pergeseran Asam-Basa ini gula darah dia selalu dibawah 100. Bahkan ketika di test makan soto ayam, teh manis, yoghurt, coklat manis, lalu latihan metode ini sebentar saja gulanya bisa dibawah 100. Hal senada juga dilaporkan oleh peserta yang lain.

Maka, melalui teknik napas yang baik kita bisa membalik proses. Jika diet umumnya menjadi life style (gaya hidup), lalu kenapa olah napas tidak bisa? Bahkan lebih jauh lagi, pemahaman mengenai pergeseran ini memungkinkan membalik proses degeneratif.

Semoga bermanfaat.

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises. Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →