Olah Napas yang Menyehatkan

OLAH NAPAS YANG MENYEHATKAN

Oleh: Mas Gunggung

Bagaimana suatu latihan olah napas dikategorikan menjadi latihan yang menyehatkan dan yang mampu merawat tubuh ini?

Banyak kita jumpai praktisi olah napas yang juga menderita sakit jantung, ginjal, diabetes, dan penyakit degeneratif lainnya. Padahal latihannya terlihat rutin, seminggu sekali atau seminggu dua kali, bahkan ketika harus mengejar kemampuan tertentu maka ia berlatih lebih keras dari biasanya. Namun penyakitnya kok masih hinggap juga. Dan ketika sudah kena seakan ilmunya tak berdaya. Dimana masalahnya?

Penjelasan saya seperti berikut ini.

Olahraga yang memiliki karakteristik melibatkan aspek kardiovaskular harus memperhatikan minimal dua organ ini … Jantung dan Paru-paru. Harus ada harmonisasi diantara keduanya. Olah napas masuk pada kategori jenis olahraga yang melibatkan fisik kardiovaskular. Namun apakah setiap olah fisik atau olah napas dapat dikategorikan sebagai olahraga? Tentu tidak demikian adanya. Ada aktifitas olah fisik yang sebenarnya masuk sebagai permainan saja dan bukan olahraga.

Olahraga seharusnya mencakup aktivitas fisik yang melatih dan memelihara fungsi muskuloskeletal, fisiologis dan bahkan psikologis. Aktivitas fisik tidak melulu terkait prestasi, target dan dilakukan di usia puncak seorang manusia, tapi harus sepanjang ia hidup. Seseorang mungkin bisa melatih olah napas pada dirinya dan menghasilkan suatu kemampuan tertentu. Namun jika ia gagal memelihara fungsi biologis, fisiologis, dan psikologis maka latihan yang dilakukannya tidak membawa dampak yang berarti.

Satu katalisator aktivitas fisik itu aman atau tidak dilakukan sepanjang usia adalah koordinasi kerja antara jantung dan paru-paru. Ranah ini dikenal sebagai aktivitas kardiovaskular, dimana tubuh teraktifkan koordinasi kerja jantung-paru pada durasi tertentu.

Bagaimana amannya? Ada hitungan sederhana, yakni angka pokok 220 dikurangi usia Anda adalah detak jantung maksimal permenit. Misalnya usia Anda 40 tahun, berarti 220-40=180. Nah, 180 adalah detak jantung maksimal Anda permenit saat latihan. Namun ini bukan berarti Anda harus mencapai detak jantung 180 permenit terus-terusan selama beraktifitas fisik. Bisa semaput! πŸ™‚

Angka 180 menjadi patokan Anda dengan menargetkan 60%-80% dari itu dalam durasi tertentu selama melakukan aktivitas fisik latihan.

Saya akan ambil contoh kegiatan bersepeda, ini nanti ada korelasi dengan latihan olah napas. Pada saat bersepeda, pastikan detak jantung Anda terbangun perlahan hingga mencapai minimal 60% dari angka 180 permenit. Selama bersepeda, jaga konstan kayuhan Anda agar bisa menstimulasi kerja jantung-paru dalam kisaran minimal 60% dari 180.

Semakin tinggi persentase detak jantung Anda mendekati angka maksimal, makin tinggi intensitas latihan. Hati-hati menjaganya. Sebab bila dada sesak, nafas tersengal-sengal tak terjaga, telinga mendadak seperti tersumbat, segera turunkan intensitas. Itu artinya tubuh belum siap atau tidak mampu menahan beban demikian. Yang paling aman buat pemula sekalipun, ada di kisaran 60%.

Anda bisa menambah intensitas ini berangsur sesuai dengan jam terbang dan rutinitas latihan. Makin rutin tentu makin baik.

Ini seharusnya yang menjadi materi utama latihan fisik Anda untuk menjaga kesehatan sepanjang usia. Demikian juga dengan latihan olah napas.

Jangan melakukan latihan olahraga atau aktivitas fisik yang mengalami banyak fluktuasi. Di satu momen Anda terdiam, tidak lama kemudian bergerak aktif mengeluarkan ledakan tenaga besar, lalu terdiam lagi. Pada jenis yang demikian akan menyebabkan jantung harus bekerja keras memompa darah, paru-paru sibuk mengisi oksigen, namun tanpa konsistensi, fluktuatif.

Di usia emas prestasi, manusia mungkin mampu mengatasi kondisi demikian. Namun apabila lewat dari usia tersebut? Bisa berbahaya!

Itu baru bicara di ranah koordinasi kerja jantung-paru, belum bicara muskuloskeletal terkait fungsi struktur otot-tulang-sendi dan yang lainnya. Kapan waktu nanti saya tulis lagi lebih detail.

Mari kita berlatih yang baik, sehat dan menyehatkan. Latihan yang mampu memelihara diri kita pada semua aspeknya. Dijaga. Karena tidak ada gantinya.

Semoga bermanfaat.

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →