Memperbaiki Energi Tubuh

MEMPERBAIKI ENERGI TUBUH

Oleh: Mas Gunggung

Selama ini seringkali gambaran kita mengenai bagaimana memperbaiki energi tubuh terlalu tinggi. Istilah mengolah energi sering dibayangkan sebuah kegiatan yang sangat menguras tenaga, perlu menyepi ke tempat-tempat angker, perlu bantuan untuk “dibuka” jalur energinya, dan sejenis dengan itu. Sehingga seringkali seseorang menjadi terjebak kepada hal-hal yang bersifat impian-impian. Memimpikan bisa ini dan itu yang bersifat supranatural, padahal dirinya dan diri kita semua adalah manusia yang natural, normal, menapak bumi.

Ada banyak cara bagaimana manusia berusaha mengolah energinya. Beragam pendekatan bisa digunakan. Dari mulai yang bersifat tradisional, hingga yang modern. Dari yang tampak sangat sederhana, hingga yang kompleks. Kita bisa melihat bagaimana dunia timur dan barat melakukan pendekatan dalam hal ini.

Timur, dominan bersifat esoteris, holistik, terkadang dianggap mistik padahal karena pemahaman kita belum sampai kesana. Tradisi-tradisi dalam melakukan pengolahan energi dimulai dari melakukan ‘penjelajahan’ diri ini. Lahirlah ilmu-ilmu esoteris timur seperti misalnya Yoga, Reiki, Chikung, dan lain sebagainya. Disiplin ilmu tersebut memandang tubuh sebagai satu kesatuan yang utuh dan sekaligus memandang kesatuan ini sebagai penyatuan dan harmonisasi dengan alam semesta. Sakit, tidak semata-mata dipandang sebagai sebuah masalah spesifik pada wilayah yang sakit melainkan memiliki kaitan dengan aspek-aspek lain. Dengan kata lain, sumber penyakit bisa saja berada pada lokasi yang sama sekali berbeda namun bisa terhubung. hHHal ini dikarenakan pemahaman ilmu jenis ini mengacu pada keterkaitan antara satu dengan yang lain. Ilmu timur percaya, bahwa segala sesuatu itu saling terhubung. Hubungan-hubungan ini kemudian ditransformasikan dan diterjemahkan dalam kaidah-kaidah yang khas seperti misalnya kaidah Chakra, kaidah Meridian, dan sejenis dengan itu. Meski disiplin ilmunya terdengar berbeda namun pada dasarnya terdapat sebuah benang merah yang sama yakni semua berusaha untuk melakukan perbaikan energi tubuh. Sebab tubuh yang memiliki kualitas energi yang baik maka dipastikan seluruh keterkaitan yang ada di dalamnya juga membaik.

Saya akan ambil contoh pada kaidah India dan kaidah China.

Perbaikan pada energi tubuh manakala dilihat berdasarkan kaidah Yoga yang umum adalah dimulai dari memperbaiki postur tubuh. Untuk itulah dilakukan gerakan-gerakan tertentu yang khas agar postur tubuh berada dalam posisi yang dipersyaratkan. Dengan berhasilnya seseorang melakukan postur tubuh tersebut maka secara otomatis energi tubuh akan membaik. Gerakan-gerakan tersebut akan melakukan proses pelenturan, pelentukan, penekanan pada organ, percepatan metabolisme, pengeluaran keringat, pembakaran lemak, dan lain sebagainya. Semakin terkuasai gerakan-gerakan tersebut dengan baik maka energi tubuh akan meningkat dengan sendirinya. Berbagai manfaat kesehatan mulai dirasakan secara signifikan. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan suatu jenis pengolahan napas tertentu yang disebut dengan pranayama yang kemudian dilengkapi dengan tradisi spiritual sedemikian rupa. Setelah lengkap, kemudian berlanjut untuk melakukan penyatuan dengan alam semesta. Harmoni dengan alam, menjalani nilai-nilai kebaikan pada ajarannya sedemikian rupa.

Sama halnya pada kaidah yang didasari tradisi China. Perbaikan pada energi tubuh manakala dilihat berdasarkan kaidah China yang umum adalah dimulai dari belajar jurus. Untuk itulah dilakukan satu rangkaian gerakan-gerakan tertentu yang khas agar tubuh bergerak mengikuti pola dan irama yang dipersayaratkan. Dengan rutinnya melatih jurus otomatis energi akan membaik, yang dalam hal ini sering diistilahkan dengan ‘Chi’. Jurus-jurus yang dilakukan melakukan proses pelenturan, pelentukan, penekanan pada organ, metabolisme, penguatan tulang, pengeluaran keringat, pembakaran lemak, dan lain sebagainya. Semakin terkuasai gerakan-gerakan tersebut dengan baik maka energi tubuh akan meningkat dengan sendirinya. Berbagai manfaat kesehatan mulai dirasakan perubahannya secara signifikan, termasuk juga manfaat dalam beladiri. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan suatu jenis pengolahan napas yang khas yang melibatkan Chi yang kemudian dilengkapi dengan tradisi spiritual sedemikian rupa. Setelah dirasa cukup, kemudian berlanjut untuk melakukan penyatuan dengan alam semesta. Harmoni dengan alam, menjalani nilai-nilai kebaikan pada ajarannya sedemikian rupa.

Kalau kedua paragraf diatas dibaca secara baik, maka akan terlihatlah pola yang hampir sama dan dengan sudut pandang yang sebenarnya sederhana. Bahwa ketika para praktisi Yoga melatih gerakan-gerakannya dengan baik, ia mendapatkan manfaat. Demikian juga ketika para praktisi China melatih jurus Kungfu nya dengan baik maka ia mendapatkan manfaat pula. Proses memperbaiki energi bisa dilakukan, dalam batas-batas tertentu, hanya dengan melakukan gerakan-gerakan memperbaiki postur atau berlatih jurus. Setelah itu dilanjut dengan mengolah napas sedemikian rupa (statis maupun dinamis, terpisah maupun menyatu dengan jurus) untuk menghasilkan energi yang lebih halus lagi kualitasnya. Barulah setelah itu berusaha mengenali alam dan melakukan harmonisasi dengan alam.

Seseorang bisa saja “melepas” unsur-unsur pembentuk kelengkapan ilmu India atau ilmu China. Misalnya, seseorang bisa saja mengambil gerakan Yoga hanya sebagai upaya melakukan perbaikan secara fisik pada postur dan energi tubuh yang bermasalah. Atau seseorang bisa saja mengambil Pranayama Yoga saja atau meditasinya saja sebagai upaya melakukan perbaikan fisik dimana tubuhnya tidak/belum memungkinkan untuk bergerak. Atau bisa saja seseorang mengambil spiritual Yoga untuk melakukan perbaikan kesadaran pada dimensi pikir dan dimensi hati. Demikian juga dengan ilmu China, seseorang bisa saja mengambil hanya gerakan Kungfu tertentu (misal Taiji/Taichi) hanya sebagai upaya melakukan perbaikan secara fisik pada postur dan energi tubuh yang bermasalah. Atau seseorang bisa saja mengambil hanya latihan Chikung yang dominan napas dan dengan sedikit gerak sebagai upaya melakukan perbaikan-perbaikan tertentu. Atau bisa saja seseorang mengambil aspek spiritual Tao untuk melakukan perbaikan kesadaran pada dimensi pikir dan rasa.

Hal seperti ini sangat dimungkinkan.

Proses perbaikan energi tubuh apabila dipandang dari tradisi India akan terkait dengan penataan postur tubuh, pengolahan napas (pranayama), dan spiritualnya yang berwujud pada “terbuka”nya ketujuh Chakra utama sehingga Kundalini bangkit. Sedangkan proses perbaikan energi tubuh apabila dipandang dari tradisi China akan terkait dengan pelatihan jurus kungfu, pengolahan Chi, dan spiritualnya yang berwujud pada “terbuka”nya jalur-jalur meridian tubuh sehingga Chi menjadi merata dan aktif. Tentu saja, semua dengan tingkat kekhasan dan kedalamannya masing-masing.

Tentu saja segala sesuatu mesti dilihat secara menyeluruh meliputi pola pikir, pola nutrisi, pola istirahat, pola gerak, dan pola penyikapan hati.

Bagaimana dengan MP? Silahkan direnungkan dan dipikirkan πŸ™‚

Semoga bermanfaat…

Avatar

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises. Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →