Ilmu Limfatik – Bagian 1

ILMU LIMFATIK
(Bagian 1)

Didalam tubuh manusia ada 2 jenis sistem sirkulasi yang sangat penting. Yang pertama adalah sistem sirkulasi peredaran darah, dan yang kedua adalah sistem sirkulasi kelenjar getah bening. Sistem sirkulasi kelenjar getah bening biasa disebut sebagai sistem Limfatik.

Memahami sistem limfatik akan memberikan kita wawasan yang lebih mendalam mengenai kesehatan tubuh dan bagaimana cara kita merawat tubuh pemberian Allah SWT ini. Sistem limfatik berjalan bersama dengan sistem syaraf, arteri, dan vena, bahkan ia dua kali lebih besar dibandingkan pembuluh arteri darah yang ada di tubuh kita, dan nampaknya dua kali lebih penting. Sistem ini terkait dengan kekebalan tubuh dan ia bertugas untuk menghilangkan limbah dari setiap sel dalam tubuh kita.

Oleh karena sistem Limfatik bertugas untuk menghilangkan limbah dari setiap sel di tubuh kita dan terkait erat dengan kekebalan tubuh maka sudah semestinya sistem ini kita perhatikan benar. Jika selama ini kita selalu peduli dengan darah yang diusahakan untuk bisa mengisi dan mengaliri setiap bagian jaringan di tubuh ini, maka sudah semestinya kita memberikan perhatian besar juga pada darah yang meninggalkan sel sebagai cairan getah bening. Sederhananya, kemampuan darah merah untuk measuk dan keluar dari sebuah sel dan ruang antar sel sebagai sebuah cairan getah bening adalah salah satu proses penting dalam tubuh manusia.

Jika diibaratkan sebuah rumah, maka sistem Limfatik adalah saluran-saluran pembuangan yang ada di rumah sedangkan darah adalah kran nya. Maka ketika saluran-saluran itu tersumbat, maka dipastikan kran akan macet. Maka hanya sekedar mengganti kran tidaklah menolong, melainkan juga perlu dibersihkan saluran-saluran yang melingkupinya dari sumbatan-sumbatan. Hanya memperbaiki kran saja tanpa membersihkan saluran-saluran pembuangan tentunya akan memicu bom waktu kapan kran tersebut akan macet.

Kelenjar getah bening adalah saluran pembuangan terbesar pada tubuh kita, tetaplah usahakan untuk tidak tersumbat.

Sistem Limfatik sebagai sebuah saluran pembuangan limbah tentu terkait erat dengan racun dan semua hal yang berhubungan dengan pelemahan imunitas/kekebalan tubuh. Seiring waktu, tubuh terus menerus beradaptasi terhadap berbagai racun dan hal-hal yang berhubungan dengan pelemahan imunitas. Kemampuan untuk beradaptasi dalam proses pemunahan racun dan limbah tubuh akan meningkatkan kualitas kesehatan kita.

Ketika sistem Limfatik sudah kehilangan kemampuan untuk membuang racun dan limbah dari setiap sel secara efektif, sebenarnya tubuh mulai untuk ‘berbicara’ dengan kita. Kuncinya adalah untuk bisa ‘mendengar’ ketika tubuh kita ‘berbisik’ dan jangan tunggu tubuh kita ‘menjerit’.

Pernahkah ketika suatu hari kita merasakan hal-hal seperti berikut ini:

  • Cincin rasanya makin sempit dan jari-jari berasa makin ‘lebar’
  • Tubuh terasa kaku setiap kali bangun pagi
  • Mudah merasa letih
  • Perut mudah kembung
  • Kulit yang cepat gatal
  • Berasa mengambang
  • Payudara berasa bengkak dan nyeri tiap sedang siklus (untuk wanita)
  • Kulit kering
  • Tangan dan kaki dingin
  • Mudah alergi
  • Hipersensitif
  • Sering sakit kepala ringan
  • Mudah sakit perut hingga diare

Jika kita pernah mengalami hal diatas, maka kita sedang ada masalah dengan sistem Limfatik atau sistem kelenjar getah bening.

Sistem Limfatik ini unik karena ia punya lebih dari satu fungsi. Secara umum sistem Limfatik memiliki tiga fungsi yakni pertama sebagai detoksifikasi (pembuangan racun) dan limbah dari setiap sel tubuh. Kedua, sebagai penghasil sistem imun sel B dan T yang paling aktif pada kelenjar getah bening. Ketiga, sebagai penyeimbang cairan tubuh dan penyerapan lemak.

Ada 3 penyebab utama macetnya sistem Limfatik pada tubuh kita:

  1. Stres. Stres akan menghasilkan kimiawi tubuh yang menyebabkan macet dan tersumbatnya sistem Limfatik hingga lebih dari 80%. Ini berkaitan dengan kondisi pada otak kepala dan ‘otak jantung’.
  2. Ketidakseimbangan pencernaan. Pola makan yang tidak beraturan, ketidakseimbangan asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh, menjadi penyebab macet dan tersumbatnya sistem Limfatik. Ini berkaitan dengan kondisi pada ‘otak perut’ (gut brain).
  3. Kekurangan yodium, menjadi salah satu penyebab macet dan tersumbatnya sistem Limfatik.

Jadi memang memahami fungsi ketiga otak itu menjadi sangatlah penting untuk mendapatkan kondisi tubuh yang senantiasa terjaga. Terjaga pikirannya, terjaga imajinasinya, terjaga penyikapan hatinya, terjaga pola makannya, terjaga pola istirahatnya, dll.

Sering menjadi pertanyaan, kenapa stres bisa menyebabkan begitu banyak masalah dalam tubuh? Hal ini disebabkan karena ketika seseorang stres maka tubuh dipaksa untuk membuat dan menghasilkan hormon yang melawan kondisi stres ini, istilahnya hormon ‘penangkal stres’. Dan ini akan membuat terjadinya lonjakan energi negatif tinggi di dalam tubuh. Produk limbah yang dihasilkan dari keadaan ini adalah apa yang kita kenal dengan istilah Radikal Bebas. Maka dari itu orang yang mudah stres dan sering stres umumnya akan cepat menua sebab radikal bebas adalah penyebab terbesar dari penuaan sel. Bahkan lebih buruk lagi, stres menyebabkan timbulnya hormon ‘penangkal stres’ dan radikal bebas bersifat sangat asam. Kondisi peningkatan asam ini akan masuk ke dalam darah dan jaringan sel lainnya. Semakin asam tubuh maka semakin terjadi banyak masalah.

Sistem Limfatik akan menjadi mudah untuk terbebas dari sumbatan manakala tubuh menjadi bersifat makin basa atau alkali. Namun proses ini tidaklah terjadi secara tiba-tiba atau alamiah. Diperlukan ilmu untuk memberikan kita kesadaran akan adanya pengetahuan ini. Kondisi ini berbeda seperti misalnya pada hewan tupai dimana pada saat musim dingin ia makan kacang. Kacang bersifat asam, sebagai penghangat manakala musim dingin. Makanan bersifat asam yang umumnya dipanen pada saat musim dingin sangat membantu tubuh mempertahankan lemak, protein, mineral, dan vitamin. Apabila tupai ini memakan Brokoli pada saat musim dingin maka itu akan membuat tubuhnya menjadi bersifat basa/alkali, memicu detoksifikasi pada sistem limfatik, dan akan memicu kematiannya sendiri. Dengan naluri alamiahnya, atau lebih tepatnya kemampuan yang diilhamkan Allah, tupai bisa membedakan jenis makanan apa yang harus ia makan pada musim yang mana.

Manusia, tidaklah memiliki pengetahuan jenis ini seperti yang diilhamkan kepada tupai. Kebanyakan kita makan apapun tanpa pedulikan apapun. Padahal ‘mendengar’ musim (alam) adalah salah satu kemampuan wajib yang harus dimiliki manusia agar pola makan tetap terjaga dan tubuh selalu berusaha mencapai kondisi homeostatis (seimbang) yang terbaiknya. Maka kembali saya ingin mengutip satu nasehat bijak dari ilmu Timur yang sangat layak untuk kita semua renungkan bersama yakni …

“Kuncinya adalah untuk bisa ‘mendengar’ ketika tubuh kita ‘berbisik’ dan jangan tunggu tubuh kita ‘menjerit’.”

Bahwa dalam khasanah Jawa ada mikrokosmos dan makrokosmos. Bisalah ‘mendengar’ ketika mikrokosmos kita ‘berbisik’, jangan tunggu mikrokosmos kita ‘menjerit’ baru kita melakukan action. Mulailah untuk belajar ‘mendengar’ tubuh kita sendiri. Apa yang didengar? Yakni hati kecil kita, naluri suci kita, roso sak jroning roso kita.

Tubuh manusia, dilengkapi dengan sistem pertahanan yang sangat hebat oleh Allah, Tuhan Yang Maha Besar. Ada banyak sistem pertahanan tubuh dan banyak diantaranya bersifat berlapis-lapis. Saya ambil contoh, pada tubuh kita terdapat lapis pertama pertahanan tubuh yakni:

  1. Kulit
  2. Getah
  3. Urine
  4. Asam lambung
  5. Air mata
  6. Organisme simbiotik (mikroba dan bakteri yang bermanfaat)

Semua jenis hal yang berbahaya yang akan berusaha memasuki tubuh kita paling tidak akan menjumpai ‘lawan’ berupa enam jenis pertahanan tersebut, beberapa literatur menyebutkan 7 hingga 9 pertahanan. Mulai dari kulit hingga asam lambung. Maka sebenarnya tubuh kita ini didesain untuk mampu bertahan hidup dalam kondisi-kondisi yang menyulitkan sekalipun. Tubuh kita ini terus menerus tiada henti memastikan bahwa yang masuk ke dalam tubuh adalah sesuatu yang baik. Maka kalau kita sampai sakit, silahkan kita introspeksi diri pada 3 bagian ‘otak’ beserta padanan pasangannya. Misal, otak kepala, fisiknya adalah otak kepala, nutrisi ke otak, aliran darah ke otak. Batiniahnya adalah pola pikir, imajinasi, nalar, dll. Apakah sudah dipergunakan semestinya. Demikian juga dengan yang lainnya.

Mendadak saya teringat dengan salah satu keilmuan MP bernama “Toto Rogo” yang sebenarnya bisa diaplikaskan kesana, yakni merasakan tiap lapisan tubuh kita dari mulai yang terluar hingga terdalam. Dari yang besar hingga yang kecil dan sangat kecil. Termasuk pada siste Limfatik ini. Konsep “Toto Rogo” sebenarnya bisa lebih mudah dilakukan dan dijalankan di zaman sekarang. Untuk visualisasi, kita bisa melihat berdasarkan rujukan dari buku-buku kedokteran modern seperti misalnya struktur kulit, otot, daging, tulang, darah, organ, dll, dibandingkan pada zaman dulu yang mesti mendapatkan waskita dan trawangan untuk mengetahui. Memang nantinya tetap naluri yang mesti berperan. Namun sebagai pengembangan pada sisi pragmatis, kaidah “Toto Rogo” tetap bisa sesuai dengan perkembangan zaman. Kalau dulu, “Toto Rogo” dianggap sebagai bagian dari ilmu kanuragan, maka kita bisa sedikit mengembangkan itu menjadi salah satu ‘ilmu kesehatan’ tubuh. Ilmu Timur, dalam khasanah tradisionalnya, punya yang seperti itu. Asalkan kita mau menggali dan mengaplikasikan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Menjadi pertanyaan, bagaimana caranya untuk melakukan perbaikan pada sistem Limfatik ini? Nanti akan saya sambung pada bagian dua tulisan ini.

Semoga bermanfaat.

Avatar

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises. Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →

8 Comments on “Ilmu Limfatik – Bagian 1”

  1. Pingback: prices of viagra
  2. Pingback: cialis coupon
  3. Pingback: cialis coupon
  4. Pingback: viagra 50mg

Comments are closed.