Ilmu Jawa – Mulat Sarira

ILMU JAWA: MULAT SARIRA

Menyambung request salah satu rekan mengenai pembahasan ajaran Ki Ageng Suryomentaram, berikut saya tulis beberapa bahasan dari salah satu ajaran Jawa yang menurut saya bagus sekali.

Membaca ilmu Jawa rasanya tak ada habis-habisnya. Misal, mencoba memahami ajaran Ki Ageng Suryomentaram, Yogyakarta, dimana intisari ajarannya adalah mengupas mengenai alam kejiwaan (psikologi) manusia. Dalam bahasa Jawa disebut dengan “kawruh pangawikan pribadi” atau “kawruh jiwa”. Ini adalah ilmu psikologi tingkat tinggi. πŸ™‚

Lebih dari 18 macam ilmu pengetahuan mengenai kejiwaan telah ditulis beliau. Saya ambil satu yakni ilmu MULAT SARIRA.

Menurut Ki Ageng Suryomentaram, untuk mencapai tahap ‘dapat mengenal dirinya yang sejati’, terlebih dahulu manusia harus belajar melalui ‘laku’ (jalan) pembelajaran diri setahap demi setahap. Pembelajaran diri ini merupakan tangga pendakian tingkatan kualitas diri seseorang.

1. Nanding Salira, yaitu pembelajaran pertama dimana seseorang berusaha membanding-bandingkan dirinya dengan diri orang lain dan merasa dirinya lebih baik, lebih benar, lebih menang dibandingkan orang lain.

2. Ngukur Salira, yaitu pembelajaran kedua dimana seseorang mencoba mengukur diri orang lain dengan dirinya sendiri yang dijadikan acuan tolok ukur.

3. Tepa Salira, yaitu pembelajaran ketiga dimana seseorang mau dan mampu merasakan perasaan orang lain. Belajar tenggang rasa, mengerti tentang ‘unggah-ungguh’. Bisa ikut merasakan susah dan senang hati orang lain, belajar mengalah untuk dapat menyenangkan hati orang lain, sekaligus mengalah untuk tidak menyakiti hati orang lain.

4. Mawas Diri, yaitu pembelajaran keempat dimana seseorang mencoba bisa memahami dan mengerti akan dirinya sendiri tanpa dipengaruhi oleh keadaan dan situasi dengan sikap jujur dan rendah hati. Belajar mengamati dirinya sendiri, melihat potensi-potensi yang ada didalam dirinya, kelebihan dan kekuatannya, kelemahannya, kekurangannya, kesalahannya, keburukannya, dan kemungkinan-kemungkinan yang lainnya. Belajar memperbaiki diri sendiri agar menjadi lebih baik dan berlaku benar dalam hidup ditengah masyarakat luas.

5. Mulat Sarira, adalah laku utama orang Jawa yang tertinggi. Yaitu tahap pembelajaran kelima, tingkat kualitas diri yang lebih tinggi dari mawas diri dimana seseorang mencoba masuk ke dalam dirinya sendiri yang terdalam, dan masuk lebih jauh lagi, menjelajah dan mengarungi lautan hati serta menyelam ke dasar samudera jiwa yang suci untuk menemukan identitas diri yang agung.

Semoga bermanfaat…

Avatar

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises. Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →