Fenomena Tenaga Dalam

FENOMENA “TENAGA DALAM”

Selama ini jika kita membahas Tenaga Dalam, biasanya Fenomena yang sering diajukan untuk membuktikan keberadaan Tenaga Dalam ini adalah Fenomena dimana pada saat terdesak seringkali manusia mampu melakukan hal-hal yang luar biasa, misalnya ketika dikejar anjing seseorang mampu melompati tembok yang tingginya 2 meter lebih, atau misalnya seorang ibu demi menolong anaknya mampu mengangkat mobil yang beratnya 1,5 ton lebih, dll. Fenomena seperti ini dianggap sebagai pembuktian bahwa masih ada kekuatan tersembunyi dalam tubuh manusia yang bersifat latent dan belum dibangkitkan. Kekuatan tersembunyi yang belum dibangkitkan inilah yang seringkali disebut Tenaga Dalam. Tetapi apakah memang Fenomena ini menunjukan adanya Fenomena Tenaga Dalam pada manusia ?

Kembali semua itu berpulang pada apa yang kita sebut dengan ‘Tenaga Dalam’.

Dalam ilmu Fisiologi, fenomena ini seringkali disebut sebagai Hysterical Strenght. Namun sampai saat ini setahu saya belum ada penelitian yang serius mengenai fenomena ini. Salah satu sebabnya adalah karena sulitnya menduplikasi fenomena ini dalam suatu controled condition dalam laboratorium. Dari sudut pandang ilmu Fisiologi fenomena ini dijelaskan sebagai kinerja hormon tubuh dalam kondisi terdesak yang dikenal dgn fenomena Fight or Flight response. Fenomena ini dikenal juga sebagai fenomena Adrenaline Rush, karena hormone Adrenaline (Epinephrine/Norepinephrine) inilah yang memicu keluarnya “Tenaga Dalam” pada fenomena Hysterical Strenght tersebut.

Dalam kondisi terdesak secara alami manusia akan mengaktifkan self defence mechanism yang disebut Fight or Flight response. Tubuh akan mengaktifkan hormon Epinephrine dan Norepinephrine untuk melakukan Fight or Flight response terhadap situasi yang dihadapi. Hormon ini akan meningkatkan suplai oksigen dan gula darah ke Otak dan Otot dgn cara meningkatkan detak jantung, pernafasan, dan menstimulus sympathetic nervous system menjadi lebih aktif. Kenaikan suplai oksigen dan gula darah akan mensuplai lebih banyak energi pada otot, dan juga semakin aktifnya sympathetic nervous system akan mengakibatkan semakin banyaknya serabut otot yang bekerja pada fenomena ini sehingga merangsang mitokondria bekerja lebih banyak hingga menghasilkan pemecahan ATP plus energi yang lebih besar. Hal inilah yang memberikan Tenaga tambahan pada kinerja Otot tubuh diluar kondisi normal. Sedang kenaikan suplai oksigen dan gula darah pada Otak menyebabkan tingkat awareness/kesadaran yang semakin meningkat pada kondisi ini. Sederhananya pada kondisi ini Kekuatan Otot dan Tingkat Kewaspadaan meningkat – untuk sementara waktu menjelma menjadi seperti Spiderman dgn Kekuatan Otot diatas manusia normal dan Tingkat Kewaspadaan seperti memiliki “Spider sense”.

Fenomena inilah yang secara sederhana seringkali kita sebut sebagai fenomena Tenaga Dalam.

Walaupun fenomena ini seringkali disebut Adrenaline Rush tetapi sebenarnya bukan hanya hormon Adrenaline (Epinephrine dan Norepinephrine) saja yang bekerja pada fenomena ini. Fenomena ini juga memicu hormon Dopamine (Excitement), Serotin (Pleasure) dan juga Endorphine (Analgesia). Jika pada kondisi tersebut Dopamine dan Serotine meningkat maka response yang akan muncul biasanya adalah response Fight – sensasi yang dirasakan biasanya adalah gejala penuh semangat, sedang jika sebaliknya maka response yang diambil adalah Flight – sensasi yang dirasakan biasanya adalah ketakutan dan tingkat stress meningkat. Sedang meningkatnya Endorphine akan menyebabkan analgesia tubuh meningkat, tubuh akan semakin tidak responsif terhadap rasa sakit (pain). Itu sebabnya dalam fenomena Fight or Flight ini tubuh seringkali tidak merasakan rasa sakit dan lelah yang dialami tubuh pada saat itu akibat peningkatan hormone Endorphine dalam tubuh.

Manusia adalah makhluk yang memiliki dimensi Fisik dan juga dimensi Non Fisik (Emosi, Perasaan dll) dan hormon adalah jembatan dari kedua dimensi ini. Keterkaitan antara dimensi Fisik dan Non Fisik (Emosi/psikologi) ini bisa kita lihat dalam Hypnosis. Fenomena Hysterical Strenght ini bisa diduplikasikan dgn baik dalam Fenomena Hypnosis. Dengan memberikan sugesti tertentu (Non Fisik – Psikologi) pada suyet, suyet bisa diminta melakukan suatu peragaan Hysterical Strenght (Fisik) tertentu, misalnya seorang ibu-ibu bisa diminta mengangkat beban berat yang tidak mungkin diangkat dalam kondisi normal, atau seorang wanita muda bisa diminta membengkokkan besi atau mematahkan pompa dragon dll.

Tetapi yang perlu diingat adalah efek jangka panjang dari penduplikasian fenomena Hysterical Strenght seperti ini. Seperti kita ketahui peningkatan kadar hormon tertentu akan berakibat pada suatu kondisi emosi tertentu. Pada jangka panjang peningkatan hormon tertentu akan memicu ketidakseimbangan hormon tubuh. Sedang Ketidakseimbangan hormone tubuh akan memicu ketidakseimbangan emosi (psikologi) begitu pula sebaliknya. Selain tentunya bisa berakibat pada kesehatan fisik tentunya.

Jika kita melihat apa yang terjadi dalam tubuh kita dalam fenomena “Tenaga Dalam” atau yang disebut juga sebagai Hysterical Strenght ini dari sudut Fisiologi mungkin kita bisa mendapat sedikit gambaran, kira-kira apa yang terjadi di dalam tubuh kita dalam kondisi Latihan Pernafasan yang seringkali disebut sebagai duplikasi fenomena tersebut. Berbeda dgn Hypnosis yang menduplikasikan Fenomena Hysterical Strenght dari sudut Psikologi (Non Fisik). Pelatihan Pernafasan menduplikasikan fenomena ini melalui dua pendekatan baik Fisik maupun Non Fisik (Psikologi).

Pelatihan Fisik pada Latihan Pernafasan untuk menduplikasikan Fenomena Hysterical Strenght bisa kita lihat dgn Latihan Pernafasan yang dilakukannya, misalnya dgn melakukan Tahan Nafas pada postur tertentu dan dgn Otot dikejangkan secara penuh. Pada saat kita melakukan pelatihan dgn intesitas tinggi tubuh, dan juga pelatihan yang membutuhkan daya ledak tinggi seperti angkat beban, sprint, plyometric ataupun pelatihan Fast Twitch Fibers (serat otot kedut cepat) secara natural tubuh akan meningkatkan kadar epinephrine dalam tubuh. Selain itu kondisi Tahan Nafas secara mental juga menciptakan kondisi Fight or Flight response. Jadi bisa dikatakan Latihan Pernafasan seperti ini secara fisik sudah menduplikasi fenomena Hysterical Strenght itu sendiri – yang secara natural akan meningkatkan kadar hormon tubuh dalam pelatihan fisik tersebut. Tetapi sebenarnya selain latihan dgn pendekatan fisik, dalam Latihan Pernafasan ini masih ada satu jenis latihan lain yang bisa meningkatkan kadar Hormone dalam tubuh yaitu jenis latihan yang dikenal dengan Pelatihan Pernafasan dgn Visualisasi. Pada Pelatihan Pernafasan dgn visualisasi inilah Hormone Tubuh ditingkatkan tidak lagi dgn metode fisik tetapi hormon tubuh ditingkatkan melalui pendekatan Psikologi. Kapan waktu nanti saya akan bahas tersendiri mengenai Visualisasi dari sisi sains.

Maka Pelatihan Pernafasan memiliki keunggulan dari metode Hypnosis dalam menduplikasi Fenomena Hysterical Strenght ini – yaitu Pelatihan Pernafasan tidak hanya menggunakan pendekatan Non Fisik (Sugesti – Visualisasi – Psikologi) saja tetapi juga melalui pendekatan fisik dalam latihan pernafasannya. Jika dalam duplikasi Hysterical Strenght dgn Metode Hypnosis biasanya efek samping pada tubuh baru dirasakan oleh suyet beberapa hari setelah duplikasi tersebut dilakukan. Misalnya ketika mengangkat beban diluar batas normal, setelah beberapa hari baru dirasakan efek rasa sakit ataupun nyeri pada otot tubuh suyet yang memang tidak terlatih fisiknya, atau pada duplikasi tahan pukul – suyet baru merasakan sakit beberapa hari kemudian setelah efek Endorphine tubuh hilang.

Hal ini biasanya tidak dialami praktisi pernafasan karena kondisi fisik tubuhnya sudah jauh lebih terlatih dibanding suyet hypnosis.

Pelatihan Pernafasan memang bisa dikatakan penduplikasian Fenomena Hysterical Strenght yang dilakukan baik melalui Pelatihan secara fisik maupun non fisik

Tetapi yang perlu diingat adalah jika tujuan pelatihan pernafasan diasumsikan agar fenomena Hysterical Strenght ini bisa kita duplikasikan sesuai dgn keinginan kita. Tentunya peningkatan hormon seperti Dophamine, Epinephrine / Norepinephrine, Endorphine etc dalam tubuh perlu diwaspadai efek sampingnya. Peningkatan hormon tertentu bisa berakibat pada kesehatan fisik secara sebagian maupun keseluruhan. Di sini saya hanya mencoba melihat dari kesehatan psikologi praktisi pernafasan yang diakibatkan pelatihan pernafasan yang tidak seimbang dan dilakukan dgn sembrono yang menghasilkan efek mental yang “panasan/bludrekan/emosian/mutungan”.

Peningkatan Dophamine biasanya akan berakibat kepada kelainan psikologis seperti Scizhopphrenia dan Hyperactive. Peningkatan Epinephrine/Norepinephrine akan cenderung membuat kelainan psikologis peningkatan agresivitas. Peningkatan Endorphine akan menyebabkan dissasosiatif pikiran dan tubuh.

Seringkali efek samping inilah yang menjadi celah sebagian kalangan untuk menyerang praktisi pernafasan – seperti banyak sekali kelainan psikologis yang seringkali dialami oleh praktisi Tenaga Dalam diasosiasikan dgn fenomena gangguan jin. Misalnya peningkatan emosi Praktisi Tenaga Dalam seringkali dikaitkan sebagai ulah Jin yang ada dalam tubuh praktisi tersebut. Begitu pula latihan yang melibatkan Visualisasi yang intesif tetapi dilakukan secara sembrono bisa mengakibatkan ketidakseimbangan Hormone tubuh dan biasanya dalam kondisi extreme bisa dilihat sebagai gangguan jiwa pada praktisi Tenaga Dalam atau yang seringkali dituduhkan sebagai gangguan jin oleh sebagian kalangan tertentu. Saya pribadi beranggapan sebelum lebih jauh menyalahkan jin mungkin sebaiknya kita meneliti lebih dalam lagi ketidakseimbangan homonal tubuh yang diakibatkan pelatihan pernafasan yang tidak seimbang ini – dan jika dimungkinkan tentunya perlu diadakan perbaikan SOP Latihan untuk perbaikan kedepannya.

Kaidah tradisional, memberikan panduan bahwa saat berlatih itu jangan berambisi untuk bisa sakti bisa ini itu. Ini adalah “rem” tradisional untuk mencegah terjadinya ketidakseimbangan hormon tubuh. Dengan membuang jauh-jauh ambisi untuk bisa sakti ini itu dan menggantinya dengan penyikapan hati yang nrimo/pasrah berujung ikhlas maka sebenarnya kita sedang diselamatkan. Keseimbangan diri sedang dijaga. Pengaruh latihan panas sedang didinginkan. Maka, jangan sepelekan hal-hal seperti ini.

Kecenderungan manusia yang ingin terlihat ‘lebih’ dimata orang lain, seringkali membutakan akal sehat sehingga berlatih dengan ambisi tertentu. Atau ujiannya malah datang ketika ‘kesaktian’ itu didapatkan. Mendadak sifatnya jadi berubah. Kembali lagi kepada prinsip bahwa olah napas sebagai Jalan Hidup, maka semestinya jalan hidup yang ditempuh akan membawa praktisinya kepada kebaikan hidup, kercerdasan diri lahir batin, kesamaptaan jasmani, dan hal-hal lain yang membaik.

Semoga bermanfaat.

Salam hangat,
MG

Avatar

About MG

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises. Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by MG →